Rabu, 20 Agustus 2008

Saklar Majemuk Untuk Menghemat Listrik

Kini PLN sedang dalam masalah, bagaimana cara menghemat listrik. Hal tersebut disebabkan sebagian pembangkitan tenaga listrik menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Sedangkan harga BBM terus-menerus mengalami kenaikan. Lagi pula PLN menjual listrik yang lebih rendah dari ongkos produksinya. Jadi PLN perlu subsidi dari pemerintah untuk menutupi kerugian tersebut. Repotnya lagi permintaan energi listrik terus bertambah. Akibatnya kita sekarang mengalami krisis energi listrik. Bila tidak segera diatasi pemadamam bergilir tak terhindarkan lagi.
Apa yang harus dilakukan pemerintah adalah membangun pembangkit listrik aternatif selain menggunakan BBM. Misalnya pembangkit tenaga batu-bara atau panas bumi. Pemerintah kita memang akan membangun Beberapa membangkit listrik tenaga batu bara. Tetapi membangun pembangkit baru diperlukan waktu, sehinggga krisi energi listrik diperkirakan baru dapat diatasi tahun 2010.
Sementara pemerintah sedang mengatasi kekurangan pasokan listrik, untuk mencegah krisis menjadi semakin parah, mau tak mau kita harus menghemat pemakaian listrik. Tak heran pemerintah bersama PLN akhir-akhir ini berupaya keras melakukan kampanye penghematan. Sebagai masyarakat Indonesia marilah kita ikut membantu pemerintah dengan menghemat pemakaian listrik. Menghemat pemakaian listrik ikut pula mengurangi emisi CO2, yang akan mencegah laju pemanasan global yang menjadi masalah dunia saat ini dan mendatang.
Andai saja masyarakat Indonesia mau menghemat listrik, BBM dan batu-bara yang dapat dihemat cukup banyak. Bisa menghemat devisa negara milyaran rupiah tiap harinya. Bukan jumlah yang sedikit bukan? Siapa tahu amal perbuatan baik kita dengan menghemat listrik juga dicatat oleh malaikat di sorga. Jadi mari kita menghemat listrik! Salah satu caranya adalah dengan memasang saklar majemuk di rumah anda. Anda berminat? Ikuti tulisan saya selanjutnya.

Rencanakan saklar dengan baik
Menggunakan/memadamkan lampu sesuai keperluan merupakan disiplin yang harus ditegakkan disetiap rumah tangga. Untuk melaksanakan maksud tersebut perlu didukung dengan perencanan saklar yang baik. Sebagai contoh : Kebutuhan penerangan disuatu ruang akan tergantung aktifitas di ruang tersebut. Bercengkrama sambil mendengarkan musik di ruang keluarga membutuhkan penerangan yang lebih sedikit dibanding menonton TV. Di ruang keluarga perlu dipasang dua buah lampu dan dua buah saklar. Gunakan sebuah lampu ketika mendengarkan musik dan dua buah lampu ketika menonton TV. Jadi umumya sebuah lampu memerlukan sebuah saklar. Hindari memasang sebuah saklar untuk banyak lampu.
Idealnya sebuah lampu hanya menyala bila diperlukan. Tetapi sebuah lampu belum tentu dapat diperlakukan demikian, bahkan ada lampu yang harus menyala selama 24 jam. Misalnya dapat terjadi pada lampu tangga yang hanya mempunyai sebuah saklar. Kejadian ini saya alami sendiri. Menulis artikel ini membuat saya sadar dari kekhilafan, lampu tangga 15 watt dirumah kami harus dinyalakan tanpa istirahat. Artinya kami telah memboroskan energi 360 watt.jam dalam sehari!. Ada dua kesalahahan disini : Pertama adalah kesalahan arsitektur, seharusnya tangga dapat memanfaatkan cahaya alami, sehingga disiang hari tidak perlu lampu. Kedua kesalahan instalasi listrik, seharusnya lampu tangga punya dua saklar. Satu saklar pada lantai atas dan lainnya pada lantai bawah. Kesalahan arsitektur sulit diperbaiki, kecuali dengan investasi yang besar. Namun setidaknya saya dapat memperbaiki instalasi listriknya. Setelah diperbaiki pemakaian energi lampu tangga menurun drastis, 1-2 persen dari semula. Alias dapat menghemat sampai 98 persen. Karena lampu hanya dinyalakan ketika ada orang yang perlu melewati tangga dan dapat memadamkannya ketika sampai di ujung tangga yang lain. Dengan asumsi harga listrik Rp 1000 per KWH, pada contoh diatas kita dapat menghemat kira-kira Rp 300 perhari atau Rp 9000 perbulan.
Jadi masalahnya bagaimana mengedalikan sebuah lampu dengan banyak saklar. Masalah yang tampaknya sederhana ini bila dikaji lebih lanjut, ternyata membuat pusing tujuh keliling. Betulkah ini masalah yang rumit? Cobalah anda renungkan sendiri! Selayaknya kita memberi apresiasi akan karya jenius orang yang menemukannya.
Masalah lain yang serupa dengan lampu tangga : Kamar tidur pada rumah sederhana biasanya tidak dilengkapi dengan WC. Jadi apabila penghuni kamar terjaga pada malam hari karena ingin pergi ke WC, ia harus keluar kamar tidur. Lampu ruang penghubung selalu dinyalakan sepanjang malam. Alangkah baiknya lampu tersebut hanya menyala bila diperlukan. Lagi-lagi diperlukan banyak saklar untuk sebuah lampu. Bila kamar tidur berjumlah 4 buah, berarti diperlukan 4 buah saklar untuk mengendalikan sebuah lampu!
Masih banyak masalah serupa yang dapat dikemukakan. Tentu tak perlu saya sebut satu-persatu karena akan menghabiskan halaman. Lebih baik kita bicarakan solusi masalah tersebut.

SAKLAR MAJEMUK 2 LEVEL
Saklar yang dipergunakan untuk tangga 2 lantai berbeda bentuknya dengan yang umum kita gunakan. Mari kita cermati perbedaannya. Saklar yang umum dijumpai pada saklar dinding rumah kita adalah Single Pole Single Trow (SPST) atau satu induk satu lemparan. Saklar ini berguna untuk memutus-hubungkan antara dua terminal (Gambar 1a). Saklar yang digunakan untuk 2 level adalah Single Pole Double Trow (SPDT) atau satu induk dua lemparan. Pada lemparan pertama induk terhubung pada satu terminal. Pada lemparan kedua, induk terhubung ke terminal lainnya (Gambar 1b). Karena berfungsi sebagai pengalih, saklar SPDT disebut sebagai saklar alih (change-over-switch). Saklar ini lebih dikenal dengan saklar hotel(di kota Bandung). Dulunya saklar seperti ini banyak dipasang di kamar hotel. Saklar ini memanjakan penghuni hotel agar tidak malas memadamkan lampu. Sebuah saklar diletakkan di dekat pintu masuk dan sebuah lagi di dekat ranjang. Anda jangan menanyakan saklar SPDT atau change-over-switch ketika akan membeli, karena istilah tersebut tak terlalu dikenal. Mintalah saklar hotel, maka penjual akan tahu apa yang dimaksud.
Cara memasang saklar hotel dapat dilihat pada Gambar 4. Dari gambar tersebut anda dapat mempelajari cara kerjanya.

SAKLAR MAJEMUK 3 LEVEL ATAU LEBIH
Saya pernah mencoba survai mencari saklar majemuk 3 level di kota Bandung, tetapi sulit menemukan saklar seperti ini. Rupanya saklar jenis ini mulai dilupakan orang. Hanya toko alat listrik yang paling lengkap yang menyediakan saklar ini. Misalnya saklar merek LEGRAND. Itupun tidak ready stock, artinya toko harus memesan dahulu. Repotnya lagi tidak boleh membeli eceran. Ini dapat dimegerti karena saklar ini tidak populer. Bila anda hanya membeli beberapa buah, kepada siapa toko harus menjual sisanya? Apa salahnya untuk menghemat energi, saklar jenis ini yang dulu pernah ada kita populerkan kembali.
Untuk membuat saklar majemuk 3 level atau lebih, diperlukan saklar yang khusus dirancang untuk maksud tersebut. Bila kita tidak berhasil mendapatkannya, sebagai gantinya adalah saklar Double Pole Double Trow (DPDT) atau dua induk dua lemparan. Saklar DPDT adalah dua saklar SPDT yang bergerak bersama-sama. Saklar ini mempunyai 6 kaki (gambar 1.c).














Gambar1






Saklar seperti ini bisa dibeli di toko komponen elektronik/listrik. Tanyakan saklar 6 kaki pada penjualnya. Sayangnya saklar tersebut tidak dilengkapi dengan kotaknya, sehingga kita perlu sedikit kerja tambahan untuk membuat kotak atau panel untuk saklar ini.
Saklar DPDT kita fungsikan sebagai saklar pembalik polaritas. Pada satu lemparan ia melakukan sambungan benar : Fn-1 terhubung dengan Fn , ~Fn-1 terhubung dengan ~Fn. Pada lemparan lain ia melakukan sambungan negasi/terbalik : Fn-1 terhubung dengan ~Fn , ~Fn-1 terhubung dengan Fn . Perhatikan cara menyambung perkabelan saklar Pembalik polaritas pada Gambar 2




Gambar 2 Saklar pembalik polaritas dengan mengunakan saklar DPDT. Saklar ini disebut juga saklar tengah “intermediate switch” , karena dipasang diantara dua saklar hotel.

Gambar 3. Bila kita tidak berhasil mendapatkan intermediate switch, kita dapat mengganti dengan saklar 6 kaki DPDT yang kita hubungkan seperti gambar diatas.

Pemasangan saklar majemuk tiga level serupa dengan dua level. Bedanya dibagian tengah diselipkan intermediate switch (Gambar 4). Itulah sebabnya saklar pembalik ini disebut “Intermediate switch” (= saklar tengah). Untuk membuat saklar majemuk lebih dari tiga level, tambahkanlah intermediate switch sebanyak yang diperlukan.


Gambar4

BAGAIMANA CARA KERJA SAKLAR MAJEMUK?
Saklar majemuk bekerja sebagai detektor genap. Artinya bila jumlah saklar dengan sambungan terbalik genap (bukan ganjil) lampu akan menyala. Sebaliknya bila saklar dengan sambungan terbalik ganjil lampu akan padam. Untuk jelasnya lihat Gambar 5 dibawah ini
Gambar 5
Gambar atas lampu menyala karena saklar dengan sambungan terbalik genap (dua buah) yaitu: s1 dan S4. Gambar bawah lampu padam karena saklar dengan sambungan terbalik ganjil ( tiga buah) yaitu : s1, s2 dan s3.


Instalasi
Pengetahuan seharusnya tidak hanya tinggal teory tetapi alangkah baiknya bila dipraktekkan. Karena itu mari kita membahas bagaimana cara meng-instalasi saklar majemuk di rumah kita. Pada prakteknya ternyata orang lapangan menemukan cara yang lebih praktis dari cara penyambungan yang telah kita bahas. Orang teory ingin menjelaskan se-matematis mungkin, sedangkan orang lapangan ingin memasangnya serapih mungkin. Tak mengherankan bila ada perbedaan keduanya.
Memang cara lapangan ternyata lebih rapih karena membutuhkan sambungan yang lebih sedikit. Pada saklar 2 level, cara lapangan membutuhkan 2 sambungan kabel, sedang cara matematis membutuhkan 3 sambungan.Gunakanlah kabel dengan tiga jalur untuk hubungan antar saklar. Anda dapat memilih cara matematis atau cara lapangan, mana yang paling mudah menurut anda. Untuk jelasnya lihat gambar x dan gambary. Untuk saklar dengan level yang lebih tinggi anda tinggal menambahkan intermediate switch sebanyak yang anda perlukan.


Gambar 6. Wiring diagram untuk saklar majemuk 2 level
Gambar7. Wiring diagram untuk saklar majemuk 3 Level
Gambar8. Lampu Tangga

Gambar 9.
Lampu diruang keluarga dikendalikan oleh tiga buah saklar s1, s2, s3. Masing-masing saklar mudah diraih dari kamar tidur. Dengan demikian lampu La dapat dipadamkan selama waktu tidur.

1 komentar:

Mohamad Fauzi Firmansyah mengatakan...

Trims pak Hartono...untuk informasinya mengenai saklar majemuk sangat efektif dan efisien....lanjutkan pak kalau ada informasi engenai elektronik terutama bagaimana menganalisa suatu masalah pada komponen yang sudah terakit

regards,

fauzi